Lahan Kosong Seluas 600 Meter Persegi Terbakar di Kampung Bugis Tanjungpinang

oleh -465 Dilihat
Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu (08/08/2026).
Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu (08/08/2026). Foto: Ist

TANJUNGPINANG, sinarsiber.com – Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu (08/08/2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 11.50 WIB setelah seorang warga yang melintas melihat adanya api dan melaporkannya kepada pihak berwenang.

Kapolresta Tanjungpinang melalui Kapolsek Tanjungpinang Kota IPTU Freddy Simanjuntak mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 600 meter persegi.

“Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 600 meter persegi,” kata Freddy.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Tanjungpinang Kota bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Sabtu (08/08/2026).
Kebakaran melanda lahan kosong yang dipenuhi semak belukar di Jalan Bestari RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang. Foto: Ist

Sebelum mobil Damkar tiba, petugas bersama masyarakat melakukan pemadaman secara manual guna mencegah api merembet dan meluas ke area lainnya.

Sekitar pukul 12.30 WIB, satu unit mobil Damkar Pemerintah Kota Tanjungpinang tiba di lokasi.

Pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh petugas Damkar, personel kepolisian, dan masyarakat.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.

Freddy mengatakan, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Pasalnya, tidak ada saksi yang melihat secara langsung awal mula munculnya api.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

“Mari bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbaunya.

Freddy juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun semak belukar.

Kondisi vegetasi yang kering ditambah tiupan angin dapat menyebabkan api dengan cepat menyebar.

“Kami imbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran guna mencegah kerugian serta menjaga keselamatan masyarakat,” tutupnya.(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.