Sempat Langka di Pasaran, Distributor Pastikan Stok MinyaKita di Tanjungpinang Aman

oleh -705 Dilihat
Sejumlah pekerja tampak menurunkan muatan berupa minyak goreng merek MinyaKita dari truk di salah satu gudang di Tanjungpinang, Selasa (23/06/2026). Foto: Rindu Sianipar
Sejumlah pekerja tampak menurunkan muatan berupa minyak goreng merek MinyaKita dari truk di salah satu gudang di Tanjungpinang, Selasa (23/06/2026). Foto: Rindu Sianipar

TANJUNGPINANG, sinarsiber.com – Dalam beberapa pekan terakhir, minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita di Pasaran Tanjungpinang sempat alami kelangkaan karena kekosongan stok.

Namun, kondisi tersebut kini telah teratasi. Kini, stok MinyaKita di wilayah Kota Tanjungpinang dipastikan dalam kondisi aman.

Hal ini disampaikan M. Sadmi Al Qayum, distributor MinyaKita dalam rilis tertulis yang diterima sinarsiber.com, pada Selasa (23/06/2026).

Saat ini, lanjut Qayum, sebanyak 8.800 dus MinyaKita asal Medan dan Dumai telah tiba di Kota Tanjungpinang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.400 dus akan langsung didistribusikan secara bertahap ke pangkalan dan swalayan yang ada di Tanjungpinang, Kabupaten Bintan hingga Karimun dan Lingga.

“Hari ini stok MinyaKita sudah masuk di gudang, itu dari Sabtu kemarin sudah sampai, namun terkendala hujan untuk pembongkaran,” kata pria yang juga Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan ini.

Terkait kelangkaan yang terjadi sebelumnya, sambung Qayum, hal ini dipicu oleh pemotongan alokasi pabrik hingga 50 persen akibat kendala teknis listrik padam di Medan.
Selain itu, juga dipengaruhi oleh lama waktu muat kapal yang memakan waktu hingga dua sampai tiga minggu.

Qayum menyampaikan, untuk memutus kendala yang dihadapi tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi bersama Disperindag Kepri dan Asisten II Pemprov dengan mendapat bantuan penambahan kuota angkut.

“Yang sebelumnya hanya 6 ribu ton, kini bisa angkut 12 ribu ton, ini menjadi hambatan sebelumnya, dan sekarang titik permasalahan sudah mulai ketemu,” ujarnya.

Ia menegaskan, setelah permasalahan ketersediaan teratasi, saat ini pihaknya berfokus pada harga jual pasar, dimana tidak boleh ada permainan harga di tingkat pedagang karena komoditas tersebut sangat dipantau ketat.

“Untuk harga masih sesuai yang ditetapkan, jika kedapatan harga di atas HET masyarakat diimbau untuk segera melapor,” imbau Qalyum. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.