Stok MinyaKita di Tanjungpinang Dipastikan Aman, Disdagin Telusuri Dugaan Penjualan di Atas HET

oleh -691 Dilihat
Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany saat meninjau gudang milik distributor resmi MinyaKita di Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar
Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany saat meninjau gudang milik distributor resmi MinyaKita di Tanjungpinang. Foto: Rindu Sianipar

TANJUNGPINANG, sinarsiber.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang memastikan persediaan minyak goreng kemasan merek MinyaKita di wilayah Kota Tanjungpinang dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, usai melakukan peninjauan langsung bersama pihak Bulog ke gudang milik salah satu distributor MinyaKita, CV Bintan Perkasa, pada Jumat (17/7/2026).

Peninjauan tersebut juga dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang beredar soal dugaan adanya oknum pedagang yang menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dengan stok yang ada per 17 Juli hari ini, kita pastikan stok MinyaKita untuk Kota Tanjungpinang aman,” ujar Riany.

Riany menjelaskan, stok MinyaKita yang tersedia di gudang distributor saat ini mencapai sekitar 12 ribu dus atau setara 144 ribu liter.

Selain itu, dalam waktu dekat akan kembali datang pasokan MinyaKita ke Tanjungpinang sekitar 30 ribu dus.

“Persediaan yang ada saat ini membuat stok MinyaKita yang sempat menipis dalam beberapa minggu terakhir sudah kembali normal,” katanya.

Menurut Riany, sempat menipisnya pasokan MinyaKita di Tanjungpinang disebabkan kendala transportasi yang menghambat distribusi.

“Akibat gangguan transportasi, pendistribusian menjadi terkendala. Padahal, pihak distributor sudah berupaya mengantisipasi kondisi tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, stok MinyaKita yang tersedia di gudang distributor tersebut didatangkan dari Dumai, Provinsi Riau, dan Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, pasokan MinyaKita yang dikelola Bulog Tanjungpinang juga sempat mengalami keterlambatan distribusi karena kendala transportasi.

“Untuk stok MinyaKita di Bulog Tanjungpinang didatangkan dari Jakarta,” katanya.

Baca jugahttps://sinarsiber.com/sempat-langka-di-pasaran-distributor-pastikan-stok-minyakita-di-tanjungpinang-aman/

Terkait dugaan adanya oknum pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET, Riany membenarkan informasi tersebut.

Lalu, Disdagin langsung turun ke lapangan melakukan penelusuran ke lapangan dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan.

“Memang benar ada informasi dugaan beberapa oknum pedagang menjual MinyaKita di atas HET. Penjualan tersebut tidak melalui jalur resmi, baik distributor resmi maupun Bulog,” ungkapnya.

Namun, saat melakukan penelusuran di lapangan, pihaknya tidak menemukan sebagaimana informasi yang beredar.

“Secara dinas, kita belum temukan. Saat pedagang ditanya, mereka mengatakan menjual MinyaKita sesuai HET. Akan tetapi, kita akan terus melakukan langkah antisipasi,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli MinyaKita dan tidak membeli produk yang dijual melebihi HET.

“Kami mengimbau masyarakat agar cerdas. Kalau harganya tinggi, jangan dibeli, cari yang sesuai HET,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Disdagin terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para pedagang agar tidak menjual MinyaKita di atas HET.

Jika masih ditemukan pelanggaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan penindakan.

“Kalau dari Disdagin sifatnya pembinaan. Untuk penindakan, kami akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan,” tegasnya.

Riany juga mengingatkan para pelaku usaha yang menjual MinyaKita agar melengkapi seluruh persyaratan administrasi, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), KTP, dan dokumen perizinan lainnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.