Tujuh Hari Pencarian, Operasi SAR Penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 Ditutup

oleh -284 Dilihat
Tim SAR Gabungan memberi penjelasan kepada keluarga korban penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 yang diduga hilang usai terjatuh ke laut di perairan Bintan. Foto: Basarnas Tanjungpinang
Tim SAR Gabungan memberi penjelasan kepada keluarga korban penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 yang diduga hilang usai terjatuh ke laut di perairan Bintan. Foto: Basarnas Tanjungpinang

BINTAN, sinarsiber.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 yang diduga terjatuh ke laut di perairan antara Lobam dan Numbing, Kabupaten Bintan, resmi ditutup setelah berlangsung selama tujuh hari.

Hingga akhir masa pencarian, korban bernama Christina Lindasari (43) belum berhasil ditemukan.

Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan penghentian operasi dilakukan berdasarkan kesepakatan Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga.

“Sesuai kesepakatan Tim SAR Gabungan dan pihak keluarga, maka Operasi SAR dihentikan dan diusulkan untuk ditutup,” kata Fazzli, Selasa (28/07/2026).

Meski demikian, Fazzli menegaskan operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

“Apabila nanti suatu saat korban ditemukan, kami sudah mempersiapkan alut (alat utama),” ujarnya.

Baca jugahttps://sinarsiber.com/diduga-terjatuh-ke-laut-penumpang-kmp-bahtera-nusantara-03-masih-dicari-tim-sar/

Sebelumnya, Christina Lindasari dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat KMP Bahtera Nusantara 03 berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uban menuju Tambelan.

Menurut Fazzli, kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Uban pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Keberadaan korban baru diketahui hilang pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB setelah anaknya menyadari sang ibu sudah tidak berada di atas kapal.

Laporan resmi mengenai dugaan orang jatuh ke laut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang dari pihak ASDP Tanjung Uban pada Rabu (22/7/2026) pukul 19.30 WIB. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.