Nelayan Hilang Kontak di Perairan Takong Hiu Karimun Ditemukan Selamat

oleh -299 Dilihat
Tim Rescue berfoto bersama dengan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Karimun. Foto: Ist
Tim Rescue berfoto bersama dengan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Karimun. Foto: Ist

KARIMUN, Sinarsiber.com – Seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Takong Hiu, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan selamat.

“Setelah melakukan penyisiran di sekitar area pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada pukul 17.15 WIB di perairan Karimun Anak,” kata Fazzli, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang dalam rilis tertulisnya yang diterima sinarsiber.com, Jumat (27/03/2026).

Pasca penemuan, korban segera dievakuasi Tim SAR dan langsung diantarkan ke rumah pihak keluarga di Pulau Pongkar.

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing untuk mengakhiri operasi.

Seiring dengan kembalinya seluruh unsur potensi SAR ke kesatuan masing-masing, Operasi SAR ini dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

Pihak Basarnas menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam keberhasilan penyelamatan ini.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, seorang nelayan dilaporkan hilang kontak saat menjaring ikan tenggiri di sekitar perairan Takong Hiu, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, nelayan tersebut diketahui bernama Syamsir (52), warga Sungai Lakam Barat.

“Dilaporkan, nelayan tersebut mengalami kendala teknis pada kapalnya,” kata Fazzli.

Fazzli menyebut, peristiwa ini bermula saat korban berangkat melaut untuk menjaring ikan tenggiri, pada Kamis sore (26/03/2026).

Pada malam harinya, nelayan tersebut sempat menghubungi istrinya, melalui sambungan telepon dan mengabarkan bahwa mesin kapal pompong yang digunakannya mengalami kerusakan akibat kehabisan oli.

Namun, lanjut Fazzli, hingga Jumat siang, korban belum juga kembali ke rumah dan keberadaannya tidak dapat diketahui.

Hingga akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Tanjung Balai Karimun dan selanjutnya dilakukan upaya pencarian. (RLS/RIN)

Editor: Tim Sinar Siber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.