Pria 24 Tahun Lompat ke Laut di Jembatan III Barelang Ditemukan Meninggal Dunia

oleh -22 Dilihat
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria yang lompat di Jembatan Barelang III. Foto: Istimewa
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria yang lompat di Jembatan Barelang III. Foto: Istimewa

BATAM, Sinarsiber.com – Seorang pria berusia 24 tahun berinsial SB yang sebelumnya dilaporkan terjun dari Jembatan 3 Barelang, Kota Batan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan pada hari Sabtu, 21 Febuari 2026 pukul 11:00 WIB, berjarak 0.5 NM dari lokasi kejadian,” demikian isi siaran pers yang diterima sinarsiber.com dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang.

Usai ditemukan, kemudian jenazah korban dievakuasi dari lokasi penemuan oleh Tim SAR Gabungan menuju ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria berusia 24 tahun berinsial SB dilaporkan terjun dari Jembatan 3 Barelang, Kota Batam, Rabu, (18/02/2026) lalu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengatakan laporan kejadian tersebut diterima dari Bakamla Batam, sekira pukul 20.14 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 20.26 WIB, enam personel Pos SAR Batam bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan bersama keluarga korban melaksanakan precomm-excomm.

Dan dari hasil kegiatan tersebut diketahui bahwa korban diduga sempat berselisih paham dengan sang pacar sebelum akhirnya terjun dari jembatan.

Pencarian hari pertama dilaksanakan hingga pukul 00.00 WIB dan kemudian dihentikan sementara untuk dilakukan pemantauan, evaluasi operasi SAR hari pertama serta perencanaan operasi SAR hari kedua.

Memasuki Kamis (19/02/2026) atau hari kedua operasi SAR, Tim SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap korban.

Tim yang terlibat terdiri dari Pos SAR Batam, Bakamla Batam, Ditpolairud Polda Kepri, Polresta Barelang, serta masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan pencarian, unsur SAR mengerahkan 1 set Rubber Boat Pos SAR Batam, RIB Bakamla, RIB 03 Ditpolairud Polda Kepri, KP Polair Polresta Barelang, serta long boat milik nelayan.

Setelah penemuan korban, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh tim SAR gabungan kembali ke satuan masing-masing. (Red)

Editor: Tim Sinar Siber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.