Bantah Narasi Simpang Siur, Pegawai Damkar Anambas: Bukan “Salah Tangkap”

oleh -717 Dilihat
Sahrul Firdaus, pegawai Damkar dan Penyelamatan Kepulauan Anambas saat menyampaikan klarifikasi. Foto: Ist
Sahrul Firdaus, pegawai Damkar dan Penyelamatan Kepulauan Anambas saat menyampaikan klarifikasi. Foto: Ist

ANAMBAS, sinarsiber.com – Sahrul Firdaus, pegawai Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Kepulauan Anambas, memberikan klarifikasi terkait sejumlah kabar yang beredar di publik terkait dirinya.

Kabar yang beredar tersebut, Sahrul diduga sebagai korban salah tangkap, pengguna narkoba, mengalami kekerasan, hingga adanya permintaan tertentu kepada pihak kepolisian.

Klarifikasi tersebut disampaikan Sahrul dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, Sabtu (30/05/2026).

Sahrul menjelaskan bahwa pemberitaan yang beredar membuat dirinya merasa tidak nyaman dan mengalami tekanan psikologis.

Ia mengaku sempat merasa trauma akibat peristiwa penggerebekan yang menyeret namanya ke dalam pemberitaan.

“Akibat pemberitaan itu saya merasa tidak nyaman, pusing, dan secara psikologis terganggu. Saya juga sempat trauma dengan kejadian penggerebekan tersebut,” ujar Sahrul yang didampingi Kabid Damkar dan Penyelamatan Anambas.

Namun, setelah bertemu dengan Kapolres Kepulauan Anambas, Sahrul mengaku merasa lebih tenang dan persoalan yang dihadapinya telah selesai.

“Setelah bertemu Kapolres Anambas, saya merasa tenang dan beban saya lepas. Tidak ada masalah lagi. Saya juga tidak pernah menyampaikan bahwa saya salah tangkap, karena saya tidak pernah mengatakan saya ditangkap.

Saat ini permasalahan saya sudah selesai dan terbukti saya tidak mengonsumsi narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Damkar dan Penyelamatan Anambas menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Sahrul terkait berbagai informasi yang berkembang di publik.

“Setelah kami konfirmasi, tidak ada satu kata pun yang disampaikan Sahrul terkait adanya kekerasan ataupun permintaan macam-macam. Saat itu beliau hanya mengalami shock akibat kejadian yang terjadi. Selain itu tidak ada,” kata Kabid Damkar.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada tuntutan apa pun yang diajukan kepada pihak kepolisian dan persoalan tersebut telah selesai.

Menurutnya, pihak Damkar merasa terkejut ketika nama instansi mereka muncul dalam sejumlah pemberitaan. Karena itu, mereka memilih meminta penjelasan langsung dari yang bersangkutan.

“Kami menanyakan langsung kepada sumbernya, yaitu Sahrul. Dari hasil komunikasi tersebut, kami mendapatkan penjelasan yang sebenarnya.

Terkadang sebuah pemberitaan bisa berkurang atau bahkan bertambah dari informasi yang disampaikan, sehingga kami merasa perlu melakukan klarifikasi langsung,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Kabid Damkar dan Sahrul menegaskan komitmen mereka sebagai masyarakat Anambas untuk mendukung langkah Kapolres Kepulauan Anambas dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polres Kepulauan Anambas demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tutupnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.