Pria di Batam ini Buat Laporan Ngaku Dibegal, Ternyata Lukai Tangan Sendiri

oleh -834 Dilihat
Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian saat diwawancara wartawan. Foto: Humas Polresta Barelang
Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian saat diwawancara wartawan. Foto: Humas Polresta Barelang

BATAM, sinarsiber.com – Seorang pria berinisial F (23) nekat membuat laporan dengan mengaku ngaku korban begal dan penganiayaan di wilayah Sagulung, Kota Batam.

Setelah diselidiki oleh Polsek Sagulung Polresta Barelang, ternyata peristiwa yang dilaporkan tersebut tidak benar.

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Tri Andrestian kepada wartawan, pada Jumat (29/05/2026).

“Informasi dugaan pembegalan dan penganiayaan yang sempat beredar luas di masyarakat tidak benar,” kata Debby saat mengklarifikasi informasi yang sempat viral di berbagai platform media sosial tersebut.

Debby mengatakan dari hasil penyelidikan Polsek Sagulung, awalnya F mengaku korban pembegalan dan penganiayaan di wilayah Sagulung, Kota Batam.

Diketahui bahwa pada Senin malam (18/05/2026) lalu, F sempat bertengkar dengan pacarnya berinisial L.

Pertengkaran diduga akibat tidak menerima diputuskan oleh pacarnya tersebut, F kemudian memiliki niat untuk melukai dirinya sendiri.

Selanjutnya, sambung Debby, F membeli satu buah pisau cutter di kawasan Perumnas Sagulung dan menuju ke sekitar kompleks perumahan tempat tinggalnya di wilayah Sagulung.

Sesampainya di lokasi, F menyayat lengan tangan kanannya menggunakan pisau cutter yang dipegang dengan tangan kirinya hingga mengalami luka sayatan.

Setelah itu, pisau cutter tersebut dibuang ke tempat sampah. Setibanya di rumah, F memberitahukan kepada ibunya bahwa dirinya menjadi korban begal.

Keesokan harinya, setelah mendapatkan perawatan medis dan menjalani penjahitan luka, F mengunggah foto luka tangannya ke media sosial dengan narasi yang mengesankan dirinya menjadi korban tindak kejahatan.

Informasi tersebut kemudian menyebar luas setelah salah seorang rekannya menyebarkan unggahan tersebut ke berbagai grup media sosial dan komunitas daring di Kota Batam.

Menindaklanjuti informasi yang viral, pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan.

Saat proses penyelidikan berlangsung, ditemukan fakta bahwa tidak pernah terjadi peristiwa pembegalan sebagaimana yang diinformasikan.

F kemudian mengubah keterangannya dengan mengaku menjadi korban penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal di kawasan Sei Lekop, Sagulung.

Namun, setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik Polsek Sagulung, pada Selasa (26/05/2026), F akhirnya mengakui bahwa luka yang dialaminya merupakan hasil perbuatan yang dilakukan terhadap dirinya sendiri dan bukan akibat tindak pidana penganiayaan maupun pembegalan.

Atas perbuatannya, F diduga telah membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian sehingga menyebabkan keresahan masyarakat dan menimbulkan informasi yang menyesatkan di media sosial.

Setelah mengakui perbuatannya, F juga telah membuat video permintaan maaf kepada masyarakat Kota Batam serta kepada jajaran kepolisian atas laporan yang dibuatnya.

Atas kejadian ini, Debby mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan sebelum dilakukan verifikasi kebenarannya.

“Imbauannya, bagi seluruh masyarakat jangan khawatir. Peristiwa begal itu tidak ada, peristiwa penganiayaan juga tidak ada.

Jangan cepat percaya dengan informasi-informasi yang tersebar di media sosial maupun di grup-grup WhatsApp.

Agar informasi tersebut dapat di-cross check terlebih dahulu. Terkait seluruh informasi yang beredar, saya tegaskan kembali bahwa saat ini peristiwa begal dan penganiayaan itu tidak ada sama sekali.

Jadi, untuk informasi-informasi yang beredar agar di-cross check kembali. Apabila terjadi sesuatu yang tidak benar, segera laporkan ke kepolisian terdekat di wilayah Kota Batam,” katanya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.